x

Dukung Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jatim Hadiri Panen Jagung dan Cabai di Lahan SAE Paswangi

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Jul 2026 11:06 2 Redaksi Nyaman

Zonacakrawala.com | BANYUWANGI – Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menunjukkan produktivitasnya. Kali ini, lahan yang terletak di Kelurahan Pakis tersebut sukses menggelar panen komoditas jagung manis dan cabai, yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, Senin (6/7).

 

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Pemasyarakatan Jatim tersebut turut didampingi oleh Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Jember dan Kepala Lapas (Kalapas) Lumajang, guna menyaksikan langsung keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

 

Kalapas Banyuwangi, Solichin, menjelaskan bahwa komoditas yang dipanen kali ini memanfaatkan sebagian dari total area produktif Lahan SAE Paswangi. Dari keseluruhan total luas lahan yang mencapai 2,2 hektar, luasan area yang digunakan untuk komoditas yang dipanen hari ini terbagi menjadi dua sektor utama.

 

“Jagung yang dipanen hari ini berada di lahan seluas 4.000 meter persegi. Jenisnya adalah jagung manis, yang kami proyeksikan hasil totalnya bisa mencapai hingga 3 ton. Sementara untuk cabai, ditanam di lahan seluas 3.000 meter persegi,” ujar Solichin.

 

Solichin menambahkan, untuk komoditas cabai yang dipanen merupakan jenis cabai rawit dan cabai hijau. Pada petikan panen perdana kali ini, hasilnya diperkirakan mencapai 50 kilogram dan dipastikan proses panen akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

 

Aktivitas produktif ini mendapat apresiasi tinggi dari Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kusnali. Dalam keterangannya, Kusnali menegaskan bahwa keberhasilan panen raya di Lahan SAE Paswangi bukan sekadar rutinitas pertanian, melainkan wujud nyata dukungan jajaran pemasyarakatan terhadap kebijakan strategis nasional.

 

“Ini merupakan bentuk implementasi nyata dari program ketahanan pangan yang masuk dalam 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus menyukseskan Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” tegas Kusnali.

 

Lebih lanjut, Kusnali memaparkan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan di dalam lingkungan Lapas memiliki fungsi ganda. Selain berkontribusi langsung pada ketersediaan pangan daerah, program ini menjadi media edukasi vital dalam membekali warga binaan dengan keterampilan agrobisnis yang kuat sebagai bekal saat bebas nanti.

 

Di akhir peninjauannya, Kusnali secara khusus memuji manajemen pengelolaan Lahan SAE Paswangi yang dinilai sangat optimal. Ia terkesan karena tidak ada sejengkal tanah pun yang dibiarkan tidak produktif.

 

“Saya sangat mengapresiasi karena di Lahan SAE Paswangi ini tidak ada lahan yang nganggur, semuanya dimanfaatkan secara maksimal. Selain jagung dan cabai, di sini juga ada komoditas padi, dan saat ini sedang dalam proses pembangunan kandang ayam petelur. Ini adalah contoh pengelolaan yang luar biasa,” pungkas Kusnali. (Fz)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x