x

Dinilai Sepihak dan Opini Kades Gempolsewu Sesalkan Pemberitaan Miring Terkait Dirinya

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Jul 2026 08:00 1 Redaksi Nyaman

zonacakrawala.com. KENDAL – Kepala Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Carmadi, angkat bicara terkait munculnya pemberitaan miring di salah satu media daring (online). Ia menyayangkan narasi yang beredar karena dinilai menyudutkan institusi pemerintah desa maupun dirinya secara pribadi.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan ini diduga bermula dari ketidaksepakatan mengenai. Hal tersebut memicu kekecewaan salah seorang warga bernama Heru yang mengaku mewakili masyarakat, kemudian diduga melimpahkan kekesalannya dan mencari-cari kesalahan pihak Pemerintah Desa terutama Kepala Desa.

​Salah satu poin yang dipermasalahkan adalah terkait aktivitas pengurugan lahan sawah. Menanggapi hal tersebut, Carmadi mempertanyakan dasar tudingan yang diarahkan kepadanya.

​”Masyarakat yang mana yang merasa dirugikan? Pengurugan itu dilakukan pada sawah yang sebenarnya sudah tidak produktif. Tanah tersebut diurug agar bisa ditanami kembali dan menjadi lebih bermanfaat. Terkait jalan yang dilalui mobil juga sudah dibenerin. Lantas, di mana letak kesalahan saya?” ujar Carmadi heran.

​Polemik ini kian meruncing setelah persoalan tersebut diangkat oleh media daring pada Jumat, 3 Juli 2026 lalu, tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak kepala desa.

​Saat ditemui oleh awak media pada Jumat (10/7/2026), Carmadi secara tegas menyatakan merasa sangat dirugikan dengan unggahan tersebut. Menurutnya, produk jurnalistik yang ditayangkan terkesan sepihak (tidak berimbang) dan sarat akan opini sepihak.

​”Berita yang diunggah di media tersebut sama sekali tidak ada koordinasi atau konfirmasi lebih dulu kepada kami. Ini jelas pemberitaan sepihak yang bersifat opini dan berpotensi menjatuhkan nama baik saya sebagai kepala desa yang sah,” kata Carmadi dengan nada kecewa.

​Berkaca dari kejadian ini, Carmadi memberikan pesan dan imbauan kepada rekan-rekan jurnalis yang bertugas di lapangan agar tetap mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ), terutama dalam melakukan check and recheck sebelum menyiarkan sebuah informasi.

​”Saya mengingatkan dan berharap kepada teman-teman media di lapangan, kalau membuat berita jangan asal-asalan. Harus berimbang (cover both sides). Kami sangat menyesalkan adanya pemberitaan yang kurang pas dan tidak akurat ini,” pungkasnya.

​Pihak Pemdes Gempolsewu berharap, ke depan kemitraan antara pers dan pemerintah desa dapat berjalan dengan lebih sehat, profesional, serta selalu mengedepankan asas konfirmasi demi menyajikan informasi yang edukatif dan berimbang bagi masyarakat.

Red:

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x