
Zonacakrawala.com | MADIUN – Lapas Kelas I Madiun terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui sinergi dengan dunia usaha. Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) program keterampilan anyaman bersama PT Formosa Indo Sukses, sebagai mitra kerja dalam pembinaan produktif warga binaan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk meninjau secara langsung proses produksi, kualitas hasil anyaman, serta perkembangan keterampilan warga binaan yang mengikuti program pembinaan kerja. Selain menjadi sarana evaluasi, kegiatan ini juga bertujuan memberikan pendampingan teknis agar hasil produksi semakin berkualitas dan memiliki daya saing.

Dalam pelaksanaannya, tim dari PT Formosa Indo Sukses bersama jajaran Lapas Kelas I Madiun berdialog dengan warga binaan, memberikan masukan terkait teknik pengerjaan, ketelitian, serta standar mutu produk yang harus dipenuhi agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Madiun menyampaikan bahwa kemitraan dengan PT Formosa Indo Sukses merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada keterampilan kerja dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
> “Monitoring dan evaluasi dari PT Formosa menjadi sarana untuk melihat sejauh mana perkembangan keterampilan warga binaan sekaligus memastikan bahwa hasil produksi telah memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Kami mengapresiasi komitmen PT Formosa yang terus memberikan pendampingan sehingga program pembinaan kemandirian ini dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembinaan berbasis kerja sama dengan mitra industri tidak hanya memberikan pengalaman kerja nyata kepada warga binaan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, ketelitian, serta etos kerja yang menjadi bekal penting setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan kualitas hasil anyaman warga binaan terus meningkat sehingga mampu memenuhi standar industri sekaligus memberikan nilai ekonomi yang bermanfaat.
Lapas Kelas I Madiun berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan berbagai mitra strategis dalam mendukung program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan warga binaan yang terampil, mandiri, dan siap berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah kembali menjalani kehidupan sosial. (Fz)

Tidak ada komentar