x

Jaga Integritas Pembinaan, Tes Urine Jadi Instrumen Penilaian Warga Binaan Sebelum Sidang TPP di Lapas I Madiun

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Jun 2026 12:13 4 Redaksi Nyaman

Zonacakrawala.com | Madiun – Lapas Kelas I Madiun terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan tes urine bagi warga binaan yang akan mengikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan dan evaluasi terhadap warga binaan yang diusulkan untuk memperoleh program integrasi maupun hak-hak pemasyarakatan lainnya. Tes urine dilakukan untuk memastikan bahwa warga binaan telah menunjukkan perubahan perilaku yang positif selama menjalani masa pidana serta bebas dari penyalahgunaan narkotika.

 

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas I Madiun, Arjiunna, menjelaskan bahwa hasil tes urine menjadi salah satu instrumen penting dalam proses penilaian sebelum pelaksanaan Sidang TPP.

 

“Tes urine ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa warga binaan yang akan mengikuti Sidang TPP benar-benar menunjukkan perubahan perilaku yang positif dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini penting untuk menjaga integritas proses pembinaan sekaligus menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam sidang,” ujar Arjiunna.

 

Pelaksanaan tes urine dilakukan secara transparan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selain sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Lapas Kelas I Madiun dalam mendukung program Pemasyarakatan Bersih dari Narkoba (Bersinar).

 

Sidang TPP sendiri merupakan forum yang bertugas memberikan pertimbangan dan rekomendasi terhadap perkembangan pembinaan warga binaan, termasuk dalam pengusulan hak integrasi seperti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, maupun program lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Melalui pelaksanaan tes urine sebelum Sidang TPP, Lapas Kelas I Madiun berharap proses pembinaan dapat berjalan secara objektif, akuntabel, dan berintegritas. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen dalam memastikan bahwa setiap warga binaan yang memperoleh hak-haknya telah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif, termasuk terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

 

Dengan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan, Lapas Kelas I Madiun terus berupaya menciptakan sistem pembinaan yang efektif guna membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, taat hukum, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (Fz)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x