x

17 Tambang Jatim Jadi Sorotan, Agus Flores: Perintah Kapolri Diduga tidak Dijalankan Kapoldanya.!!

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Apr 2026 17:44 5 Redaksi Nyaman

Zonacakrawala.com | Surabaya — Sorotan terhadap dugaan keberadaan 17 titik tambang ilegal di Jawa Timur kian menguat. Isu ini memicu perhatian luas sekaligus mendorong publik mempertanyakan respons dan langkah konkret Polda Jawa Timur dalam menindaklanjutinya.

Di tengah sorotan tersebut, muncul nama Agus Flores, sosok yang dikenal aktif dalam isu lingkungan dan kehutanan. Ia disebut sebagai tokoh sentral dari latar belakang keluarga militer Jowo Flores, sekaligus alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ketua Umum organisasi Fast Respon.

Dalam berbagai keterangannya, Agus Flores mengklaim bahwa gerakan penertiban tambang ilegal yang dilakukannya selama ini mendapat dukungan dari pimpinan Kepolisian Republik Indonesia, termasuk di tingkat daerah.

“Setiap langkah program bersih tambang ilegal, kami mendapatkan dukungan dari jajaran kepolisian di daerah,” ujarnya. (22/04)

Ia menyebut, fokusnya selama ini memang berada pada isu kerusakan alam dan hutan, khususnya terkait aktivitas tambang ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan kerap dianggap sulit disentuh hukum.

Sepanjang tahun ini, Agus mengaku telah terlibat dalam penelusuran dan penanganan sejumlah titik tambang ilegal di berbagai wilayah. Di Jawa Tengah, misalnya, ia menyoroti aktivitas di wilayah Magelang yang disebutnya telah mengalami penanganan. Hal serupa juga disampaikan terkait wilayah Pohuwato di Gorontalo yang dinilai menunjukkan hasil.

Lebih lanjut, ia menyoroti wilayah Sulawesi Tengah—yang disebut sebagai daerah asalnya—dengan klaim bahwa upaya penertiban telah dilakukan secara luas di berbagai kabupaten dan kota hingga mencapai kondisi yang disebut “zero tambang ilegal”.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan pimpinan Polri dan para kepala kepolisian daerah di masing-masing wilayah.

Namun demikian, Agus Flores juga menyoroti kondisi di Jawa Timur. Ia menyebut masih terdapat sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas tambang ilegal dan dinilai belum tertangani secara optimal.

“Perlu ada peningkatan respons agar program penertiban bisa berjalan maksimal,” katanya.

Isu ini pun berkembang menjadi perhatian publik, seiring meningkatnya tuntutan terhadap transparansi dan konsistensi penegakan hukum. Sejumlah kalangan mendorong agar langkah penanganan dilakukan secara terbuka, profesional, dan berkelanjutan.

Sementara itu, di Jawa Barat, Agus Flores mengungkap adanya temuan lain yang disebutnya lebih serius, namun belum dapat dipublikasikan secara rinci.

“Nanti saja, Polda Jabar masih bekerja,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Polda Jawa Timur maupun kepolisian daerah lainnya terkait detail penanganan atas berbagai pernyataan tersebut.

Dengan sorotan yang terus menguat di berbagai daerah, penanganan tambang ilegal menjadi perhatian serius publik. Jawa Timur kini menjadi salah satu wilayah yang dinilai akan menjadi ujian penting bagi efektivitas penegakan hukum, sekaligus cerminan komitmen dalam menjaga lingkungan dan menindak aktivitas yang diduga melanggar aturan. (Frn/Ozi/Fz)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x