Zonacakrawala.com | MADIUN – Program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun terus mendapat perhatian melalui kegiatan pengawasan dan pengamatan oleh Hakim Pengawas dan Pengamat (Kimwasmat) Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun. Kali ini, peninjauan difokuskan pada pelaksanaan program Bimbingan Kerja (Bimker) bagi warga binaan.
Kegiatan tersebut bertujuan melihat secara langsung pelaksanaan pembinaan kemandirian sekaligus memastikan program bimbingan kerja berjalan sesuai tujuan pemasyarakatan. Melalui program ini, warga binaan dibekali keterampilan yang diharapkan dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat.
Hakim Pengawas dan Pengamat PN Kota Madiun, Putu Bisma Wijaya, menilai program bimbingan kerja memiliki peran penting dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana.
“Program bimbingan kerja merupakan bagian penting dari pembinaan warga binaan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat, sehingga mampu hidup mandiri dan produktif,” ungkap Putu Bisma Wijaya.
Sementara itu, pihak Lapas Kelas I Madiun terus berupaya mengembangkan program pembinaan kemandirian agar keterampilan yang diperoleh warga binaan memiliki manfaat nyata. Pembekalan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengalaman selama berada di dalam lapas, tetapi juga dapat diterapkan sebagai peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Nurma Yuliati menyampaikan bahwa optimalisasi program bimbingan kerja menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas warga binaan.
“Kami terus berupaya mengoptimalkan program bimbingan kerja agar warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat dan bernilai produktif. Harapannya, pembinaan ini tidak hanya memberikan pengalaman selama berada di Lapas, tetapi juga menjadi modal bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Nurma Yuliati.
Peninjauan ini sekaligus menjadi bagian dari sinergi antara lembaga peradilan dan pemasyarakatan dalam mendukung pelaksanaan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Pengawasan dan pengamatan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan program sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan bagi warga binaan.
Melalui program Bimker, Lapas Kelas I Madiun berkomitmen untuk terus membekali warga binaan dengan keterampilan yang berguna sebagai bekal reintegrasi sosial. Dengan dukungan pengawasan dan koordinasi lintas lembaga, pembinaan diharapkan mampu membuka kesempatan bagi warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keterampilan, kepercayaan diri, dan semangat hidup mandiri. (Fz)
Tidak ada komentar