x

Sumpah Pemuda ke-98 di Lapas Banyuwangi, Warga Binaan Diajak Bangun Masa Depan dengan Karakter dan Ketulusan

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Okt 2026 09:18 3 Redaksi Nyaman

Zonacakrawala.com | BANYUWANGI — Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menghadirkan momentum penuh makna. Di balik keterbatasan ruang gerak, warga binaan mengikuti peringatan hari bersejarah tersebut dengan khidmat, sekaligus menyerap kembali nilai-nilai persatuan, nasionalisme, dan semangat perubahan.

Peringatan yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) ini menjadi bagian dari upaya menanamkan semangat kebangsaan kepada seluruh warga binaan. Meski sedang menjalani masa pidana, mereka tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi positif bagi bangsa melalui perubahan sikap, perilaku, dan karakter.

Dalam momentum tersebut, pesan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menjadi pengingat bahwa masa depan tidak semata-mata ditentukan oleh masa lalu, melainkan dibangun melalui karakter, integritas, kerja keras, dan ketulusan hati.Nilai-nilai Sumpah Pemuda juga menjadi refleksi penting bahwa persatuan dan semangat kebangsaan merupakan milik seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali.

Setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan mengambil bagian dalam membangun kehidupan yang lebih baik.Bagi warga binaan, peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi ruang introspeksi untuk menumbuhkan kembali rasa percaya diri, memperkuat rasa cinta tanah air, serta mempersiapkan diri agar kelak dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif.

Lapas Kelas IIA Banyuwangi terus berupaya mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam program pembinaan kepribadian. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya memahami makna persatuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Semangat Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berubah selalu terbuka.

Sebab, masa lalu merupakan bagian dari perjalanan hidup, sedangkan masa depan tetap dapat dibangun melalui tekad, karakter, dan ketulusan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.Dari balik tembok pemasyarakatan, semangat persatuan tetap menyala.

Merajut asa, memperbaiki diri, dan mempersiapkan langkah untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x