x

Nasib Lapangan Margosari Mangkrak Diduga Ulah Kepala Desa Warga dan Pemuda Mati Suri dan Terbungkam

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Jan 2026 05:44 38 Redaksi Nyaman

zonacakrawala.com. ​KENDAL – Lapangan sepak bola Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, kini menjadi saksi bisu terbengkalainya fasilitas publik. Tanah bondo deso yang sejatinya merupakan pusat denyut nadi olahraga dan wadah pembinaan generasi muda, kini kondisinya memprihatinkan dan tidak lagi dapat digunakan.

 

​Berdasarkan keterangan warga setempat pada Selasa (6/1/2026), lapangan ini memiliki nilai historis dan sosial yang tinggi. Selain menjadi rumah bagi tim lokal “Arema Margosari”, lahan ini merupakan sarana olahraga utama bagi siswa SD N 1 dan SD N 2 Margosari. Namun, beberapa tahun terakhir, fungsi tersebut hilang total akibat kurangnya pemeliharaan.

 

​Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Kami sangat merindukan lapangan ini. Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di pemerintahan desa sampai perawatan lapangan berhenti total,” ujarnya. Ia juga mempertanyakan transparansi anggaran bantuan kontingen pemuda, baik dari pusat maupun daerah, yang dinilai tidak pernah terealisasi secara fisik di lapangan.

​Keresahan warga memuncak saat upaya perbaikan yang digagas oleh Kepala Desa Margosari (inisial SM) justru membawa dampak buruk. Menggunakan alokasi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 dan 2025, Kades SM melakukan pengurukan lapangan secara mandiri.

 

​Namun, pelaksanaan proyek ini diduga dilakukan tanpa melibatkan perangkat desa lainnya. Alih-alih menghasilkan lapangan yang representatif, pengerjaan tersebut justru mengakibatkan:

​Kerusakan Permanen: Lapangan menjadi tidak rata dan sama sekali tidak bisa digunakan untuk bertanding.

 

​Hilangnya Aset Desa: Dilaporkan bahwa fasilitas fisik seperti besi gawang raib tanpa kejelasan statusnya.

 

​”Kades berdalih terkendala biaya, padahal ini sudah melewati tutup anggaran tahun 2025. Seharusnya ada tanggung jawab penuh karena kondisi lapangan saat ini jauh lebih buruk dibandingkan sebelum disentuh proyek,” tegas salah satu perwakilan pemuda desa.

 

​Masyarakat Mendesak Langkah Hukum

​Kegagalan pengelolaan ini telah memicu gejolak di tingkat akar rumput. Masyarakat menilai adanya ketidakberesan dalam tata kelola anggaran serta pelaksanaan kegiatan di lapangan. Warga menuntut solusi konkret dari pihak pemerintah desa untuk memulihkan kondisi sarana olahraga tersebut.

 

​Apabila tidak ada iktikad baik atau pertanggungjawaban nyata, warga sepakat untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum. Laporan resmi direncanakan akan segera dilayangkan kepada:

 

​Inspektorat Daerah Kabupaten Kendal (terkait audit penggunaan Dana Desa).

​Kejaksaan Negeri Kendal (terkait dugaan penyimpangan anggaran dan hilangnya aset desa).

 

​Kini, warga dan pemuda Margosari hanya bisa menatap nanar lahan yang dulu penuh sorak-sorai tersebut. Harapan mereka sederhana namun mendesak: pulihkan lapangan sepak bola Margosari agar kegiatan positif masyarakat kembali berdenyut.

 

Red:Tim

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x