x

Dugaan Operasi Zebra 2025 Tidak Maksimal di Surabaya, Warga Pertanyakan Kinerja Satlantas

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Nov 2025 03:06 18 Redaksi Nyaman

Zonacakrawala.com | Surabaya — Pelaksanaan Operasi Zebra 2025 di Kota Surabaya mendapat sorotan tajam dari masyarakat setelah muncul dugaan bahwa Satlantas Polrestabes Surabaya tidak menjalankan operasi sesuai standar yang telah ditetapkan Korlantas Polri. Dugaan ini mencuat terutama di kawasan Ngaglik, lokasi yang dikenal sebagai titik rawan pelanggaran lalu lintas.

Pantauan warga dan awak media menunjukkan bahwa pada jam rawan, yaitu pukul 06.00–09.00 dan 15.00–18.00, kawasan tersebut dipadati beragam pelanggaran fatal seperti melawan arus, tidak memakai helm SNI, penggunaan telepon genggam saat berkendara, serta membonceng lebih dari satu orang. Ironisnya, pelanggaran-pelanggaran tersebut berlangsung tanpa adanya pengawasan maupun tindakan dari petugas.

“Kalau Operasi Zebra sedang berjalan, semestinya petugas ada di sini. Tapi sudah beberapa hari tidak terlihat sama sekali. Padahal pelanggaran makin parah,” ujar salah satu warga Ngaglik yang enggan disebutkan namanya.
Sejumlah pengguna jalan juga mengeluhkan kondisi lalu lintas yang semakin semrawut. Mereka menilai bahwa minimnya pengawasan justru membuat pelanggaran dilakukan secara terang-terangan dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Hingga saat ini, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, dan Kanit Turjawali, Iptu Erwandy, terkait dugaan tidak maksimalnya pelaksanaan operasi di lapangan. Namun pesan yang dikirim melalui WhatsApp belum dibalas hingga berita ini diturunkan.

Sikap diam dari pihak Satlantas Polrestabes Surabaya tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan publik mengenai alasan minimnya kegiatan penertiban selama Operasi Zebra berlangsung.

Sebagaimana diketahui, Korlantas Polri telah menginstruksikan agar seluruh jajaran Satlantas di Indonesia melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran prioritas yang menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Instruksi tersebut bertujuan untuk menekan angka kecelakaan, meningkatkan disiplin berkendara, dan mewujudkan budaya tertib lalu lintas di seluruh daerah.

Masyarakat kini berharap Satlantas Polrestabes Surabaya dapat memberikan klarifikasi resmi serta menjalankan operasi sesuai arahan nasional agar keamanan dan ketertiban lalu lintas di Kota Surabaya dapat terjaga.

Awak Media akan terus melakukan upaya konfirmasi guna menghadirkan informasi yang berimbang kepada publik. (Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x