x

Cahaya Santri, Khotmil Qur’an dan Tasyakuran Hari Santri Nasional 2026, Lapas Madiun Perkuat Pembinaan Keagamaan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Okt 2026 09:57 4 Redaksi Nyaman

Zonacakrawala.com | MADIUN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun terus memperkuat pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, kegiatan Khotmil Qur’an dan tasyakuran digelar sebagai wujud syukur sekaligus momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan warga binaan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter warga binaan melalui pendekatan spiritual. Melalui Khotmil Qur’an, para santri diharapkan semakin mendalami ajaran Islam, memperkuat keimanan, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap dan menjalani kehidupan sehari-hari.Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Kasi Bimkemasy) Lapas Kelas I Madiun, Ariya Juni Pratama, menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesempatan untuk memperkuat tekad dalam memperbaiki diri dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Melalui kegiatan Khotmil Qur’an dan tasyakuran ini, kami berharap para santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Hari Santri menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan memberikan manfaat bagi sesama. Semoga semangat ini terus tumbuh dalam diri para santri sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat,” ujar Ariya Juni Pratama.

Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran diri, menanamkan nilai moral, serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu memanfaatkan masa pembinaan untuk memperdalam ilmu agama sekaligus membangun kehidupan yang lebih baik.Peringatan Hari Santri Nasional di lingkungan Lapas Kelas I Madiun juga menjadi pengingat bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pidana, tetapi juga pada pembinaan manusia agar mampu memperbaiki diri dan kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Madiun berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan kerohanian yang bermakna, humanis, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang berakhlak baik, mandiri, serta bertanggung jawab.Cahaya Al-Qur’an menjadi penguat langkah, menumbuhkan harapan, dan menerangi jalan menuju perubahan diri yang lebih baik. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x