x

Agus Flores Minta Kapolri Copot Dirkrimsus yang Gagal Berantas Tambang Ilegal

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Feb 2026 13:43 5 Redaksi Nyaman

Jakarta — Ketua Umum Perkumpulan Wartawan PW Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Rugiarto, S.H., M.H., yang dikenal luas dengan nama Agus Flores, melontarkan kritik keras terhadap kinerja jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) di sejumlah Polda yang dinilai gagal memberantas praktik tambang ilegal dan illegal logging.

Agus Flores menegaskan, jabatan Dirkrimsus bukan sekadar posisi struktural atau simbol prestise, melainkan amanah strategis untuk mendukung langsung program Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri dalam menegakkan hukum, khususnya di sektor pertambangan dan kehutanan.

“Penunjukan Dirkrimsus itu bukan untuk gaya-gayaan. Ini tugas berat untuk bekerja nyata. Kalau tidak mampu membersihkan tambang ilegal dan illegal logging, lebih baik dicopot. Masih banyak perwira menengah berpangkat Kombes yang berprestasi dan siap bekerja,” tegas Agus Flores, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, maraknya tambang ilegal dan pembalakan liar di berbagai daerah justru menimbulkan kekecewaan publik yang berujung pada tudingan langsung ke Kapolri dan Kapolda, padahal persoalan utama berada pada kinerja teknis di level Dirkrimsus.

“Jangan semua kesalahan dilimpahkan ke Kapolri dan Kapolda. Kalau Dirkrimsus tidak bekerja maksimal, yang disorot dan diserang publik justru pimpinan Polri,” ujarnya.

Agus Flores menilai, lemahnya penindakan terhadap kejahatan lingkungan bukan hanya merusak alam dan merugikan negara, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Ia menekankan bahwa pembiaran terhadap tambang ilegal sama artinya dengan mencederai komitmen Polri di hadapan Presiden.

Lebih lanjut, Agus Flores mendorong para Kapolda agar bersikap objektif dan berani dalam memberikan rekomendasi kepada Kapolri, termasuk mengusulkan pencopotan Dirkrimsus yang terbukti tidak mampu menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.

“Ini bukan soal jabatan, ini soal kehormatan Polri di hadapan Presiden Prabowo dan rakyat Indonesia. Jangan hanya memviralkan dukungan Polri kepada Presiden, sementara di lapangan penegakan hukum justru lemah,” katanya.

Ia menegaskan, Polri saat ini berada pada titik krusial untuk membuktikan keseriusan mendukung agenda nasional pemerintah, terutama dalam penegakan hukum yang berdampak langsung pada lingkungan hidup, ekonomi negara, dan kesejahteraan masyarakat.

“Polri sekarang harus menunjukkan kerja nyata. Bukan sekadar slogan, tapi tindakan tegas di lapangan,” pungkas Agus Flores. (Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x