x

SAE Paswangi Jadi Laboratorium Alam, Lapas Banyuwangi Kenalkan Ketahanan Pangan kepada Siswa SD

waktu baca 2 menit
Sabtu, 10 Okt 2026 18:19 19 Redaksi Nyaman

BANYUWANGI – Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan peran strategisnya sebagai pusat pembinaan yang terbuka bagi masyarakat. Tidak hanya menjadi wadah pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan, kawasan pertanian dan peternakan terpadu tersebut juga dikembangkan sebagai sarana edukasi publik, khususnya dalam mengenalkan pentingnya ketahanan pangan sejak usia dini.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan kunjungan belajar puluhan siswa SDN 3 Macan Putih di kawasan SAE Paswangi pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia pertanian dan peternakan sekaligus memahami proses penyediaan pangan yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pembelajaran langsung di lapangan, para siswa dapat melihat bahwa ketahanan pangan bukan sekadar konsep, melainkan bagian dari kehidupan yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kerja keras, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kawasan SAE Paswangi menjadi ruang belajar alternatif yang menghadirkan pengalaman berbeda dari pembelajaran di dalam kelas. Para siswa berkesempatan mengenal potensi sektor pertanian dan peternakan serta memahami pentingnya menjaga keberlanjutan sumber pangan.

Di sisi lain, pemanfaatan SAE Paswangi sebagai sarana edukasi masyarakat juga memperlihatkan bahwa program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Aktivitas produktif yang dikembangkan di kawasan tersebut tidak hanya mendukung pembekalan keterampilan bagi Warga Binaan, tetapi juga berpotensi menjadi media pembelajaran bagi masyarakat.

Bagi Lapas Kelas IIA Banyuwangi, pengembangan SAE Paswangi merupakan bagian dari upaya menghadirkan pemasyarakatan yang produktif, edukatif, dan berdampak positif. Fungsi pembinaan tetap menjadi prioritas, sementara pemanfaatan kawasan sebagai ruang edukasi publik membuka peluang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat praktik pertanian dan peternakan.

Kunjungan siswa SDN 3 Macan Putih ini sekaligus menjadi pengingat bahwa edukasi ketahanan pangan perlu ditanamkan sejak dini. Dengan mengenalkan proses produksi pangan secara langsung, generasi muda diharapkan tumbuh dengan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kemandirian pangan dan pemanfaatan sumber daya secara bijak.

Melalui SAE Paswangi, Lapas Kelas IIA Banyuwangi berupaya membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di balik tembok, tetapi juga dapat menghadirkan ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat.

SAE Paswangi pun diharapkan terus berkembang sebagai kawasan produktif yang menghubungkan pembinaan Warga Binaan, edukasi masyarakat, dan penguatan kesadaran ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x