Zonacakrawala.com | MADIUN – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun kembali menunjukkan hasil. Sebanyak 60 kilogram ikan lele dan 15 kilogram telur ayam berhasil dipanen dari kegiatan budidaya di area Brandgang Ecopark Lapas Kelas I Madiun.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selain menghasilkan produk, kegiatan budidaya juga menjadi sarana bagi WBP untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.
Kabid Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Madiun, Nurma Yuliati, mengatakan hasil panen tersebut merupakan gambaran dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Panen hari ini merupakan hasil dari proses yang dilakukan secara konsisten. WBP terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari pemeliharaan hingga proses panen. Dari kegiatan ini mereka belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, sekaligus keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Nurma.
Menurut Nurma, keterlibatan WBP dalam kegiatan budidaya tidak hanya berorientasi pada hasil produksi. Lebih dari itu, setiap tahapan menjadi bagian dari proses pembentukan kedisiplinan, tanggung jawab, serta keterampilan kerja.
Sementara itu, Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Madiun, Budi Setyo, menjelaskan bahwa kegiatan kerja menjadi salah satu sarana dalam mendukung pembinaan WBP secara menyeluruh.
“Pembinaan kemandirian diarahkan agar WBP mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata. Budidaya lele dan peternakan ayam menjadi salah satu bentuk kegiatan produktif yang memberikan ruang bagi WBP untuk belajar bekerja secara teratur, bertanggung jawab, dan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai manfaat,” jelas Budi.
Panen 60 kilogram lele dan 15 kilogram telur ayam tersebut menjadi salah satu hasil konkret dari kegiatan pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Kelas I Madiun.
Melalui kegiatan produktif tersebut, WBP diharapkan memiliki keterampilan dan pengalaman kerja yang dapat diterapkan secara mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat. Dengan demikian, pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga mendorong terbentuknya kemandirian dan kesiapan menjalani kehidupan setelah masa pidana berakhir. (Fz)
Tidak ada komentar