x

Kolaborasi Warga dan Pemerintah Siap Dorong Kemandirian Ekonomi Desa di Weleri

waktu baca 2 menit
Jumat, 11 Sep 2026 03:15 5 Redaksi Nyaman

zonacakrawala.com—​WELERI – Guna memperkuat potensi lokal dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, kegiatan sosialisasi bertajuk “Warga Berdaya, Desa Berkarya: Kolaborasi untuk Menjadikan Kemandirian Masyarakat” sukses digelar di Kecamatan Weleri. Acara ini menjadi ruang edukasi strategis untuk mengubah pola pikir masyarakat desa agar lebih aktif, kreatif, dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi modern. Jum’at 11 September 2026.

 

​Giat tersebut dihadiri oleh jajaran anggota DPRD Kabupaten Kendal Fraksi PDI Perjuangan dari berbagai komisi, antara lain Paramita Atika Putri, S.E., M.M. (Komisi D), Muhammad Iqbal Adila, S.H. (Komisi B), dan Wiwit Widayati, S.H. (Komisi A). Turut hadir pula Camat Weleri, Drs. Dwi Cahyono Suryo, M.A.P., beserta 50 peserta yang merupakan perwakilan warga setempat.

​Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pembuka dari Camat Weleri. Dalam penyampaiannya, Dwi Cahyono Suryo menekankan pentingnya membekali warga dengan strategi persaingan dagang di tingkat desa.

 

​”Masyarakat desa perlu didorong untuk memiliki kemampuan, keterampilan, dan rasa percaya diri dalam mengelola potensi diri maupun lingkungan. Kita ingin mengubah pola pikir warga dari yang tadinya pasif menjadi aktif, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri,” ujar Camat Weleri.

​Ia menambahkan bahwa kemandirian masyarakat hanya bisa terwujud melalui kerja sama erat (pentaheliks) antara warga, pemerintah desa, akademisi, swasta, dan komunitas. Dengan begitu, desa tidak lagi bergantung penuh pada bantuan eksternal, melainkan sanggup berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dalam sektor ekonomi, pangan, dan sosial.

 

​Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kendal, Wiwit Widayati, S.H., menegaskan bahwa penguatan potensi lokal membutuhkan langkah konkrit yang terstruktur. Beberapa strategi kunci yang dipaparkan meliputi:

 

​Pelatihan Keterampilan Digital & Literasi Keuangan: Edukasi pengelolaan keuangan keluarga serta pengenalan akses modal usaha yang aman.

​Inovasi Produk Unggulan Desa (Prudes): Mengolah bahan baku lokal menjadi produk bernilai jual tinggi melalui optimalisasi pascapanen.

​Revitalisasi BUMDes: Menjadikan Badan Usaha Milik Desa sebagai motor penggerak usaha warga, seperti yang telah diterapkan di Desa Sambungsari melalui pengembangan potensi wisata dan wisata religi.

 

​Kemitraan Strategis & Digitalisasi: Melibatkan akademisi melalui program pengabdian, menggaet dana CSR perusahaan swasta, serta menerapkan pelayanan administrasi desa berbasis digital.

 

​Melalui sinergi ini, sosialisasi diharapkan mampu menjadi pemantik motivasi bagi seluruh elemen desa. Ketika warga memiliki keterampilan (berdaya) dan desa menghasilkan inovasi bernilai ekonomi (berkarya), kesejahteraan masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan dapat terwujud.

Red:

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x