x

Suarakan Krisis Pakan Ribuan Peternak Unggas Kendal Bagi 15.000 Ayam Gratis dan Layangkan 4 Tuntutan ke Pemerintah Pusat

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 11:53 1 Redaksi Nyaman

zonacakrawala.com—KENDAL — Kawasan Alun-Alun Kendal dipadati sekitar 1.200 peternak ayam petelur yang menggelar aksi damai pada Senin (10/8/2026). Mengendarai konvoi 170 unit kendaraan, massa menyuarakan jeritan hati atas kondisi krisis yang kian mencekik peternakan rakyat: meroketnya harga pakan yang berbanding terbalik dengan anjloknya harga jual telur di pasaran.

 

​Sebagai simbol perjuangan sekaligus wujud kepedulian sosial, para peternak membagikan 15.000 ekor ayam secara gratis kepada warga yang memadati lokasi. Aksi yang berlangsung tertib ini diterima langsung oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., bersama Ketua DPRD, Kapolres, dan Kepala Kesbangpol Kabupaten Kendal.

 

​Di hadapan peserta aksi, Bupati Kendal menegaskan komitmennya untuk mengawal dan meneruskan seluruh poin aspirasi para peternak secara resmi ke pemerintah pusat.

 

​Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi (Wardi), menekankan bahwa peternak mandiri merupakan benteng utama ketahanan pangan nasional yang keberlangsungannya wajib dilindungi oleh negara.

​”Kami hadir bukan untuk aksi anarkis karena Kendal adalah rumah kami. Kami datang menyampaikan aspirasi dengan harapan Pemkab Kendal dapat memfasilitasi dan meneruskannya ke pemerintah pusat. Setelah aspirasi ini diterima Bupati, kami membubarkan diri secara tertib,” ujar Wardi dalam orasinya.

 

​Melalui aksi ini, KPUS Kendal menyerahkan empat poin tuntutan mendesak guna menyelamatkan mata pencaharian peternak rakyat:

 

​Intervensi Harga: Meminta pemerintah menstabilkan harga pakan serta menaikkan harga jual telur di tingkat peternak agar seimbang dengan biaya operasional produksi.

 

​Perluasan Bantuan Pangan: Mendorong penyerahan komoditas telur ke dalam paket bantuan pangan pemerintah guna menyerap hasil produksi peternak lokal.

​Penguatan SPHP Jagung: Meminta perpanjangan alokasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung secara proporsional—6 bulan untuk peternak mikro, 4 bulan untuk peternak kecil, dan 2 bulan untuk peternak menengah.

 

​Perlindungan Peternak Mandiri: Menegakkan regulasi hak budi daya peternak rakyat mandiri sebesar 98 persen, serta membatasi izin ekspansi baru bagi peternakan skala besar demi menjaga iklim usaha peternak kecil.

 

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Bakesbangpol Kendal, Alfebian Yulando, S.T., M.A., menyampaikan apresiasi tingginya atas kedewasaan para peternak dalam menyampaikan pendapat.

 

​”Aksi ini berlangsung sangat kondusif dan diwarnai aksi sosial pembagian ayam kepada masyarakat. Semoga pesan dan aspirasi mendesak ini dapat segera ditanggapi oleh pemerintah pusat,” pungkas Alfebian.

 

​Rangkaian aksi damai tersebut berakhir aman, tertib, dan lancar di bawah pengawalan jajaran TNI-Polri serta aparat Pemkab Kendal. Massa membubarkan diri secara teratur usai aspirasi mereka diterima secara resmi.

 

Red:

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x