
zonacakrawala.com BATANG – Suasana internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batang memanas. Ratusan kader yang menamakan diri sebagai Kader Akar Rumput PDI Perjuangan menggelar aksi serentak di empat kecamatan, yakni Kecamatan Limpung, Tersono, Banyuputih, dan Gringsing. Aksi ini merupakan bentuk kegelisahan mendalam atas dugaan pelanggaran disiplin partai dan indikasi penyelewengan dana saksi yang dianggap mencoreng marwah partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Kegiatan serentak pada hari rabu 3/6/2026.

Dalam konferensi pers yang digelar secara maraton, para kader menyampaikan pernyataan sikap tegas yang ditujukan langsung kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Terdapat dua poin krusial yang menjadi motor penggerak aksi ini.

(1). Poin pertama yang disuarakan adalah tuntutan investigasi menyeluruh terhadap dugaan pengkhianatan oleh oknum kader di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Batang. Oknum tersebut dituding secara sadar dan terang-terangan menggerakkan massa untuk mendukung pasangan calon lawan pada Pilbup Batang 2024.
”Instruksi DPP sudah jelas: kita harus tegak lurus. Namun, di lapangan kami menemukan adanya oknum yang justru menjadi ‘duri dalam daging’ dengan membelot ke pihak lawan. Ini bukan hanya soal perbedaan pilihan, tapi soal pengkhianatan terhadap perintah partai. Kami menuntut mereka dipecat atau dinonaktifkan secara tidak hormat demi menjaga kehormatan partai,” tegas salah satu koordinator aksi di Kecamatan Limpung.
2. Misteri “Pemotongan” Dana Saksi Pilgub Jawa Tengah
Selain isu pengkhianatan, massa juga menuntut transparansi terkait dana saksi Pilgub Jawa Tengah 2024. Para kader mencium adanya ketidaksinkronan data terkait upah saksi yang diterima di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kabupaten tetangga, alokasi dana saksi seharusnya berjumlah Rp250.000. Namun, fakta pahit ditemukan di lapangan di mana para saksi di Kabupaten Batang hanya menerima Rp100.000.
Tuntutan: Evaluasi total terhadap jajaran pengurus dari tingkat PAC hingga DPC.
Indikasi: Diduga ada oknum pengurus yang melakukan penyelewengan dana untuk kepentingan pribadi.
Kader Akar Rumput menegaskan bahwa aksi ini hanyalah permulaan. Mereka memberikan tenggat waktu selama 30 hari kepada petinggi partai untuk merespons dan menyelesaikan permasalahan ini secara tegas.
”Kami mencintai partai ini, dan kami tidak ingin marwah PDI Perjuangan di Kabupaten Batang hancur karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Jika dalam 30 hari tidak ada tindakan nyata dari DPP, kami pastikan akan mengerahkan massa yang jauh lebih besar untuk menuntut keadilan,” pungkas perwakilan kader di Gringsing.
Hingga berita ini diturunkan, para kader masih berkoordinasi untuk memastikan aspirasi mereka sampai ke meja Ketua Umum PDI Perjuangan di Jakarta. Situasi di empat kecamatan terpantau kondusif namun penuh dengan desakan perubahan struktural demi kejayaan partai di masa depan.
Red:

Tidak ada komentar