x

Perkuat Sinergi Forum Kendal Bersatu Siapkan Bimtek Bagi 60 Lembaga Aktivis dan Media

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 12:25 1 Redaksi Nyaman

zonacakrawala.com.  KENDAL – Pasca deklarasi yang dilakukan satu setengah bulan lalu, Forum Kendal Bersatu (FKB) tancap gas dalam memperkuat kapasitas anggotanya. Organisasi yang menjadi wadah bagi para aktivis ini berencana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) yang akan melibatkan 60 lembaga, mulai dari LSM, Ormas, hingga awak media di Kabupaten Kendal.

 

​Rencana besar tersebut disampaikan oleh Sekretaris FKB Kendal, Haji Rahmat Dakwah, saat membacakan struktur kepengurusan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Gedung Serbaguna DPRD Kendal, Selasa (7/4/2026).

 

​“Bimtek ini nantinya bakal diikuti oleh perwakilan dari 60 lembaga yang tercantum dalam struktur FKB,” ujar Rahmat, yang turut diamini oleh Ketua FKB, Sugiharto Haryono.

​Selain pembekalan wawasan, seluruh peserta Bimtek diwajibkan mengisi formulir kesediaan bergabung serta menandatangani Pakta Integritas. Hal ini bertujuan untuk menyamakan visi dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Kendal. Sebagai simbol identitas, seluruh pengurus FKB nantinya akan dilengkapi dengan seragam resmi dan Kartu Tanda Anggota (KTA).

 

​Ketua FKB Kendal, Sugiharto Hariono, menegaskan bahwa forum ini berkomitmen penuh untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kendal.

 

​“Kami akan terus berupaya memaksimalkan peran sebagai mitra pemerintah guna mendorong kemajuan Kendal secara kolektif,” tutur Hariono.

​Haryono mengibaratkan FKB sebagai “Rumah Besar” bagi para pejuang aspirasi masyarakat di Kendal. Meskipun bergabung dalam satu wadah, ia memastikan bahwa identitas dan peran masing-masing lembaga asal tidak akan hilang. Sebaliknya, kehadiran FKB justru diharapkan memperkuat soliditas melalui wawasan yang didapat dari Bimtek mendatang.

​Pantauan di lokasi menunjukkan suasana Rakor yang berlangsung di Gedung Serbaguna DPRD Kendal pada Selasa siang tersebut berjalan cukup dinamis. Diskusi antar aktivis sempat diwarnai adu argumentasi yang cukup tajam. Namun, ketegangan tersebut justru menjadi bukti hidupnya demokrasi di tubuh FKB.

 

​Pada akhirnya, seluruh perbedaan pendapat berhasil diselesaikan melalui musyawarah mufakat yang penuh rasa kekeluargaan.

 

​“Adu argumentasi itu hal biasa dalam rapat para aktivis. Yang terpenting, setelah keluar ruangan, persatuan kita justru semakin kuat,” pungkas Rahmat Dakwah menutup keterangannya.

 

​Editor: zonacakrawala.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x