x

Target 2026, Presiden Prabowo Instruksikan Standar ‘Zero Defect’ untuk Makan Bergizi Gratis

waktu baca 2 menit
Rabu, 7 Jan 2026 01:41 88 Redaksi Nyaman

zonacakrawala.com. Jakarta. – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menerapkan standar zero defect (tanpa cacat) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai tahun 2026. Selain kualitas, Presiden juga menginstruksikan percepatan pemerataan agar seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan dapat terjangkau sepenuhnya.

 

Tepat satu tahun sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, Presiden menerima laporan bahwa program MBG kini telah menjangkau 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

 

“Kita mulai pada 6 Januari 2025, dan hari ini, 6 Januari 2026, dilaporkan kepada saya bahwa kita sudah mencapai 55 juta penerima manfaat,” ujar Presiden Prabowo di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

 

Presiden menekankan bahwa MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengintervensi masalah gizi nasional secara mendesak. Berdasarkan data awal pemerintahan, rata-rata satu dari lima anak Indonesia (20%) mengalami kekurangan gizi. Di beberapa daerah, angka tersebut bahkan menyentuh 30%, yang berdampak signifikan pada angka stunting dan pertumbuhan fisik yang tidak optimal.

 

Presiden membandingkan akselerasi program Indonesia dengan negara lain. Ia mencontohkan Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat. Sebaliknya, Indonesia mampu melampaui angka tersebut dengan merangkul 55 juta penerima hanya dalam kurun waktu satu tahun.

 

Meski mengklaim tingkat keberhasilan statistik mencapai 99,99 persen, Presiden menyatakan tidak akan menoleransi adanya kekurangan maupun penyimpangan di lapangan. Ia mengakui bahwa tantangan operasional dalam operasi kemanusiaan skala besar adalah hal yang wajar, namun perbaikan harus terus dilakukan.

 

“Tentunya kita harapkan zero defect. Itulah target yang harus kita capai. Kita tidak boleh puas dengan kekurangan sekecil apa pun, itu harus segera diatasi,” tegasnya.

 

“Tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,00 sekian persen, itu pun harus kita atasi,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menginstruksikan pengetatan pengawasan dan langkah pengamanan demi memastikan pemerataan yang sempurna. Ia mengaku kerap merasa sedih saat berkunjung ke daerah dan mendapati anak-anak yang masih menantikan giliran menerima program tersebut.

 

“Bahkan sekarang saya sedih kalau ke daerah-daerah, anak-anak panggil saya, Pak kapan kami terima MBG?” ujar Presiden Prabowo.

 

Mengutip filosofi Presiden pertama RI, Soekarno, bahwa “the hungry stomach cannot wait” (perut yang lapar tidak bisa menunggu), Presiden menegaskan pentingnya urgensi dalam bekerja. Ia juga menepis keraguan berbagai pihak yang sempat skeptis saat program ini pertama kali dicanangkan.

 

“Banyak pakar awalnya meragukan dan mengatakan MBG pasti gagal. Namun, kita buktikan kepada mereka bahwa MBG berhasil dan kehadirannya sangat dinantikan oleh seluruh rakyat,” pungkas Presiden Prabowo.

 

Red:

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x