x

Iuran Sampah Dibayar, Pelayanan Dipertanyakan: Warga RT 24 Keluhkan Kinerja Petugas Kebersihan dan Pengurus

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Mar 2026 10:22 6 Redaksi Nyaman

Zonacakrawala.com | SURABAYA – Persoalan pengangkutan sampah kembali menjadi sorotan warga di lingkungan RT 24. Sejumlah warga mengeluhkan pelayanan petugas kebersihan yang dinilai tidak maksimal, meski iuran sampah telah dibayarkan secara rutin sesuai kesepakatan bersama.

Keluhan tersebut mencuat dalam percakapan grup warga setelah salah satu warga mengunggah foto kondisi bak sampah yang dinilai diperlakukan tidak semestinya oleh petugas pengangkut.

Dalam pesan yang disampaikan di grup warga, salah satu warga menuliskan:
“Ngapunten sedulur RT 24 semua… Foto di atas kelakuan pembuang sampah. Kita sudah bayar sesuai kesepakatan, tapi cara kerjanya bikin kita jengkel. Monggo diartikan sendiri. Setiap selesai sampah dibuang, bak sampah dan tutup diperlakukan seperti itu, dan setiap itu pula kita yang harus membetulkan pada tempatnya.”

Keluhan tidak berhenti sampai di situ. Warga lain juga mengaku kerap mengalami hal serupa. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa dari dua bak sampah yang tersedia, hanya satu yang diangkut, sementara yang lain dibiarkan penuh.

Selain itu, sisa sampah yang jatuh dari gerobak pengangkut juga disebut sering tidak dibersihkan, sehingga berserakan di depan rumah warga.

“Kadang setelah bak sampah dituang ke gerobak, sisa sampah yang berjatuhan tidak diambil lagi. Akhirnya berserakan ke mana-mana dan kami harus menyapu sendiri,” keluh seorang warga lainnya.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran warga karena sampah yang menumpuk berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sumber penyakit apabila tidak segera ditangani dengan baik.

Sejumlah warga berharap pengurus lingkungan dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut, terutama terkait koordinasi dengan petugas pengangkut sampah agar bekerja lebih tertib dan profesional.

Sementara itu, pihak pengurus RT mengaku telah beberapa kali mengingatkan petugas agar menjalankan tugasnya dengan baik. Namun keluhan warga disebut masih terus terjadi.

Persoalan ini menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya soal kewajiban warga membayar iuran, tetapi juga menyangkut tanggung jawab pelayanan yang seharusnya dijalankan secara disiplin, transparan, dan menghargai hak warga.

Jika tidak segera dibenahi, persoalan sederhana seperti pengelolaan sampah dikhawatirkan dapat berkembang menjadi masalah kesehatan lingkungan yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x