x

Bhayangkara Majapahit: Dari Brawijaya V dan Raden Wijaya hingga R. Astrodiarjo, FRN Tabur Bunga dan Lestarikan Spirit Patriotisme

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Apr 2026 05:41 4 Redaksi Nyaman

Zonacakrawala.com | Mojokerto, 12 April 2026 – Malam itu, angin sejuk Mojokerto membawa kesan khidmat. Rombongan Fast Respon Counter Polri (FRN) dipimpin Ketua Umum Agus Flores, didampingi Sekretaris Jenderal dan Ketua DPW Jatim beserta jajaran, berjalan menuju Makam Brawijaya V. Lampu-lampu penerangan taman makam menyinari jalan setapak yang menuntun mereka ke pusara raja terakhir Kerajaan Majapahit, Bhre Kertabumi.

Brawijaya V, dikenal dalam catatan sejarah sebagai raja terakhir Majapahit yang berpusat di Mojokerto, memerintah di masa penuh tantangan. Kerajaan yang pernah mencapai puncak kejayaan ini menghadapi tekanan internal dari perebutan tahta dan ancaman eksternal dari kerajaan lain. Meski demikian, di bawah kepemimpinannya, Majapahit tetap menjadi simbol stabilitas dan kekuatan, cikal bakal nilai Bhayangkara yang menekankan keamanan dan ketertiban.

Di makam itu, Agus Flores beserta jajaran menaburkan bunga dan memimpin doa. Suasana hening, hanya terdengar desah angin dan langkah kaki para anggota FRN yang khidmat.

“Kami ingin menegaskan kesinambungan nilai pengabdian Bhayangkara dari era Majapahit hingga saat ini. Dari Brawijaya V hingga Raden Wijaya, mereka menegakkan keamanan, keadilan, dan melayani masyarakat. Nilai inilah yang kami teladani di Fast Respon Counter Polri,” ujar R.Mas MH Agus Rugiarto Sastrodiarjo SH.MH disapa Agus Flores kepada para jurnalis yang hadir.

Setelah Mojokerto, rombongan melanjutkan perjalanan ke Trowulan, mengunjungi Makam Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Raden Wijaya terkenal sebagai tokoh visioner, memimpin kerajaan melalui strategi diplomasi dan militer, menegakkan keadilan, dan mempersatukan Nusantara di masa itu. Di tempat ini, tabur bunga kembali dilakukan, sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap nilai kepemimpinan yang mengutamakan keamanan, ketertiban, dan pengabdian tanpa pamrih.

Ketua DPW Jatim FRN menekankan pentingnya nilai historis ini:
“Majapahit adalah Bhayangkara awal. Nilai pengabdian, keberanian, dan keadilan yang mereka wariskan, masih relevan hingga hari ini. Melalui tradisi tabur bunga ini, kita ingin menanamkan semangat tersebut di hati setiap anggota FRN agar selalu siap berbakti kepada negara dan masyarakat,” katanya.

Para anggota FRN yang hadir menyampaikan kesan mendalam. Seorang anggota, Agus, mengungkapkan, “Kegiatan ini membuat saya menyadari bahwa pengabdian kita sekarang adalah kelanjutan dari sejarah. Dari Majapahit hingga era modern, Bhayangkara selalu ada di garis depan, menjaga negara dan rakyat.”

Agus Flores menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara FRN, Polri, dan pemerintah daerah. “Fast Respon Counter hadir untuk mendukung Polri, memastikan masyarakat merasa aman, dan menegakkan keadilan. Tradisi tabur bunga ini tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat moral bagi generasi muda untuk terus meneladani spirit Bhayangkara,” katanya.

Usai melakukan tabur bunga di makam Brawijaya V dan Raden Wijaya, rombongan FRN menyempatkan diri ziarah ke makam kakek Ketua Umum Agus Flores, R. Astrodiarjo, yang juga berada di Mojokerto. Ziarah ini menjadi momen pribadi yang penuh haru bagi Agus Flores, sekaligus mengingatkan nilai-nilai pengabdian keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di hadapan pusara R. Astrodiarjo, Agus Flores dan rombongan menaburkan bunga dan memanjatkan doa, menegaskan rasa hormat dan cinta kepada leluhur serta akar keluarga yang turut membentuk perjalanan hidup dan pengabdiannya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Anggota FRN meninggalkan makam dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan. Dari Brawijaya V hingga Raden Wijaya, dan hingga leluhur Agus Flores, nilai pengabdian, keberanian, dan ketertiban tetap hidup, menjadi inspirasi bagi generasi yang kini mengabdi di era modern.

Tradisi ini menegaskan satu hal: Bhayangkara bukan sekadar simbol, tetapi roh pengabdian yang melintasi zaman—dari kejayaan Majapahit hingga pengabdian nyata Fast Respon Counter Polri hari ini. (Fz)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x