x

Angka Kriminalitas yang Ditangani Polres Pasuruan Meningkat di 2025, Kecelakaan Turun tapi Korban Meninggal Naik

waktu baca 2 menit
Sabtu, 3 Jan 2026 12:02 7 Redaksi Nyaman

Zonacakrawala.com | BANGIL – Jumlah kasus kriminal di wilayah hukum Polres Pasuruan meningkat sepanjang tahun 2025. Yang tertinggi adalah curas, sebanyak 22 perkara.

“Jumlah kasus kriminal sepanjang tahun 2025 meningkat dibanding 2024. Kemudian, penyelesaian kasusnya juga meningkat dibanding tahun 2024,” terang Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah, (2/1).

Selama 2024, ada 315 kasus kriminal yang terjadi dan sebanyak 271 berhasil diselesaikan.

Sedangkan sepanjang 2025, jumlah kasus kriminal mencapai 326. Dan kasus yang bisa diselesaikan ada 350.

“Jadi pada 2025, jumlah penyelesaian lebih banyak dari jumlah Laporan Polisi (LP). Karena banyak laporan polisi tahun sebelumnya yang terselesaikan di tahun 2025,” bebernya.

Ada pun kasus kriminal yang terjadi pada 2025 didominasi curas. Pada 2024 ada 11 kasus curas dan di tahun 2025 ada 22 kasus. Yang kedua, kasus persetubuhan anak. Pada 2024 ada delapan kasus dan di tahun 2025 meningkat menjadi 18 kasus.

“Selanjutnya, kasus pengeroyokan pada 2024 ada delapan dan di tahun 2025 ada 15 kasus,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Pasuruan pada 2025 menurun dibanding tahun 2024. Pada 2024, jumlah kecelakaan mencapai 1.075 kasus dan tahun 2025 ada 1.053 kasus.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Iptu Gagah Ananda Faizal mengatakan, kasus laka selama tahun 2025 turun sekitar 5-7 persen dibanding tahun 2024. Namun, jumlah korban meninggal dunia naik.

Pada tahun 2024, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan mencapai 224 orang. Namun, di tahun 2025 ada 246 orang.

Sebaliknya, jumlah korban luka-luka menurun. Pada 2024, jumlah korban luka mencapai 634 orang. Sedangkan di tahun 2025, ada 522 korban luka-luka karena kecelakaan.

“Kecelakaan didominasi kendaraan jenis motor hingga sekitar 80 persen lebih. Sisanya ada mobil pribadi, pikap, truk boks, truk, dump truck, kontainer, dan truk gandeng atau tempelan,” terangnya.

Lokasi kecelakaan atau tempat kejadian perkara (TKP) paling sering terjadi di jalan nasional. Yakni ruas jalan Surabaya–Malang dan Surabaya–Banyuwangi.

“Faktor penyebab kecelakaan didominasi karena kurang konsentrasi dan kurang hati-hati. Kalau akibat faktor teknis sedikit,” tuturnya.

Untuk minimalisasi kasus laka lantas, sejumlah upaya telah dilakukan petugas.

Antara lain melalui imbaun-imbauan, pemasangan banner, dan sosialisasi jenis lain. Juga patroli dan penindakan pelanggaran. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x