
Zonacakrawala.com | Ponorogo – Kasus penganiayaan menjadi tindak pidana paling dominan di wilayah hukum Polres Ponorogo sepanjang tahun 2025. Dari ratusan perkara yang ditangani kepolisian, penganiayaan tercatat sebagai jenis kejahatan yang paling banyak dilaporkan masyarakat.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo mencatat total 271 perkara pidana berhasil diselesaikan selama 2025. Data tersebut disampaikan dalam rilis akhir tahun yang digelar Polres Ponorogo, sebagai bentuk evaluasi kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyebut jumlah laporan kriminalitas yang masuk justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, terdapat 209 laporan perkara pidana, sedangkan pada 2025 turun menjadi 178 laporan.
“Meski laporan yang masuk turun, penyelesaian perkara justru meningkat signifikan. Tahun ini perkara yang berhasil kami ungkap mencapai 152 persen,” kata AKBP Andin kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, dari 178 laporan yang masuk sepanjang 2025, polisi mampu menyelesaikan 271 perkara. Jumlah tersebut melebihi laporan karena adanya tunggakan kasus dari tahun sebelumnya yang berhasil dituntaskan tahun ini. “Ada sejumlah kasus lama yang penyelesaiannya baru rampung di 2025,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengungkapkan, dari total 178 laporan yang masuk, terdapat 34 jenis tindak pidana. Penganiayaan menjadi kasus paling banyak dengan 24 perkara, disusul pencurian biasa sebanyak 20 kasus serta penipuan dan penggelapan masing-masing 17 kasus.
“Kasus penganiayaan masih mendominasi. Ini menjadi perhatian kami karena berkaitan langsung dengan keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar AKP Imam.
Selain penganiayaan, polisi juga menangani 14 kasus pencurian dengan pemberatan, 13 kasus bahan peledak, 11 kasus pencurian kendaraan bermotor, serta sejumlah perkara lain seperti judi online, pengeroyokan, kekerasan seksual, KDRT, hingga pembunuhan.
“Kami menyelesaikan perkara melampaui jumlah laporan yang ada. Termasuk dua kasus pembunuhan di wilayah Sampung dan Pulung yang berhasil kami ungkap dalam waktu singkat,” pungkas AKP Imam. (Fz)

Tidak ada komentar