Zonacakrawala.com | Tenggarong – Di balik keterbatasan ruang dan kebebasan, kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan tetap terbuka. Komitmen tersebut diwujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong melalui kegiatan peribadatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Nasrani bersama Badan Persekutuan Antar Gereja dan Kelompok (BPAGK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan ibadah berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bagian dari pembinaan kerohanian yang diberikan kepada warga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh kesempatan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing dalam suasana yang tertib dan penuh kekhusyukan.
Pelaksanaan peribadatan tersebut juga menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIA Tenggarong dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, inklusif, serta menjunjung tinggi prinsip nondiskriminasi.
Pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membantu warga binaan memperkuat nilai-nilai spiritual, menumbuhkan ketenangan batin, serta membangun kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.Lapas Tenggarong terus berupaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan diri, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan spiritual sesuai agama dan kepercayaan yang dianut.
Sebab, keterbatasan fisik dan ruang gerak bukanlah penghalang untuk berdoa, memperbaiki diri, serta menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Melalui pembinaan yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap keberagaman, diharapkan warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih bermakna sebagai bekal untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (Fz)
Tidak ada komentar