Zonacakrawala.com | BANYUWANGI — Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghadirkan program pembinaan yang produktif mendapat perhatian dari pimpinan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, meninjau langsung operasional unit budidaya ayam petelur di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi, Kelurahan Pakis, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (27/9).
Dalam kunjungan tersebut, Kusnali melihat secara langsung pengelolaan kandang ayam petelur yang menjadi salah satu program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Pengembangan peternakan ayam petelur tersebut sebelumnya mulai dioperasikan dengan memasukkan 1.500 ekor ayam petelur tahap pertama ke dalam kandang pada Kamis (24/9).
Program ini menjadi bagian dari upaya Lapas Banyuwangi dalam mengoptimalkan lahan SAE Paswangi agar dapat memberikan manfaat nyata, baik dari sisi pembinaan warga binaan maupun pengembangan sektor ketahanan pangan.
Kegiatan budidaya ayam petelur juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis di bidang peternakan. Mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang hingga pengelolaan hasil produksi menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Kusnali mengapresiasi langkah Lapas Banyuwangi yang terus mengembangkan program pembinaan berbasis produktivitas dan kemandirian. Menurutnya, pemanfaatan lahan SAE harus mampu memberikan nilai tambah sekaligus menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi warga binaan.
“Program seperti ini harus terus dikembangkan secara berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kusnali.
Sementara itu, jajaran Lapas Kelas IIA Banyuwangi memastikan pengelolaan unit ayam petelur akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Penambahan populasi ayam serta pengembangan produksi akan disesuaikan dengan kesiapan sarana dan sistem pengelolaan di SAE Paswangi.
Melalui program tersebut, SAE Paswangi diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan asimilasi, tetapi juga berkembang sebagai kawasan pembinaan produktif yang mampu mendukung kemandirian warga binaan sekaligus berkontribusi terhadap program ketahanan pangan. (Fz)
Tidak ada komentar